Menyiapkan Data Sebelum Migrasi ke Sistem Baru
Migrasi data adalah tahap yang paling sering meleset dari jadwal. Persiapan sejak awal membuat prosesnya jauh lebih ringan.
Dalam banyak proyek, bagian yang paling sering menyebabkan keterlambatan bukan pembuatan fiturnya, melainkan pemindahan data lama ke sistem baru.
Periksa kondisi data sedini mungkin
Jangan menunggu sampai aplikasi selesai. Segera setelah proyek dimulai, ambil contoh data yang ada dan periksa: apakah format tanggal seragam, apakah ada duplikasi, apakah nomor telepon ditulis dengan pola yang sama.
Semakin awal masalah ditemukan, semakin banyak waktu tersedia untuk membenahinya.
Tentukan sumber yang dianggap benar
Bila data pelanggan tersimpan di tiga tempat dengan isi yang berbeda, tentukan sejak awal mana yang dijadikan acuan. Keputusan ini sebaiknya diambil oleh pemilik proses, bukan oleh tim teknis.
Bersihkan sebelum dipindahkan
Memindahkan data yang berantakan hanya memindahkan masalahnya. Beberapa hal yang biasa perlu dibereskan:
- Catatan ganda yang perlu digabungkan.
- Kolom kosong yang sebenarnya wajib diisi.
- Nilai tidak konsisten seperti "Jakarta", "JKT", dan "DKI Jakarta".
- Data uji coba yang terlanjur bercampur dengan data sebenarnya.
Uji coba lebih dari sekali
Migrasi sebaiknya dijalankan beberapa kali di lingkungan uji sebelum dilakukan pada sistem sebenarnya. Setiap percobaan biasanya memunculkan kasus khusus yang belum terpikirkan.
Catat setiap langkah agar proses akhirnya dapat diulang secara identik.
Siapkan rencana mundur
Selalu sediakan cara untuk kembali ke kondisi semula bila terjadi masalah. Cadangan data sebelum migrasi wajib ada dan harus sudah diuji, bukan hanya diasumsikan berfungsi.
Verifikasi setelah selesai
Setelah migrasi, bandingkan jumlah baris, total nilai transaksi, dan beberapa contoh data secara acak antara sistem lama dan baru. Verifikasi ini sebaiknya melibatkan orang yang paling memahami data tersebut, karena merekalah yang paling cepat menyadari bila ada yang janggal.